Print

WhatsApp_Image_2025-01-14_at_12.38.21.jpeg

PJ. Gubernur dan Bupati Grobogan Meresmikan Wartek Inflasi di Pusat Kuliner

Grobogan – PJ. Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Grobogan Meresmikan WarungTekan Inflasi dan Operasi Pasar Murah di Pusat Kuliner Purwodadi. (14/1/2025).

 

Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M selaku PJ. Gubernur Jawa Tengah secara sah meresmikan Warung Tekan Inflasi  bersama Bupati Kabupaten Grobogan Ibu Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M. Dalam Kegiatan tersebut juga di laksanakan Operasi Pasar Murah Bersama Bulog dengan beberapa harga sembako murah yaitu Beras Bulog seharga 57.000 Rb per 5 Kg, Gula Maniskita 17.400 Rb per Kg, Minyakkita 15.500 Rb per liter dan Beras Ramos seharga 70.000 Rb per 5 Kg. Selain itu juga terdapat bazar dari Asosiasi Korporasi Pasar Tani, Asosiasi Pasar Agro, Asosiasi Paguyuban Pasar Glendoh dan Asosiasi Dalmadi Center yang menjual berbagai kebutuhan pokok untuk masyarakat Kabupaten Grobogan. 

Acara yang di selenggarakan oleh Disperindag Kabupaten Grobogan bersama Bank BKK ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menyalurkan kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat Kabupaten Grobogan. Kebutuhan pokok yang ada di Warung Tekan Inflasi ( Wartek Inflasi ) ini antara lain ada Beras, Gula, Minyak, Telur, Sayuran Segar, Makanan Olahan Khas Kabupaten Grobogan. 

Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama PT. BPR BKK Purwodadi tentunya berharap untuk keberlangsungan adanya Wartek Inflasi ini bisa berjalan secara permanen sehingga semua kebutuhan pokok masyarakat jadi terbantu serta untuk mengatur dan mengendalikan inflasi yang ada di Kabupaten Grobogan.

WhatsApp_Image_2025-01-14_at_13.19.43.jpeg

Peresmian Warung Tekan Inflasi dan Pasar Murah Sembako tentunya langkah strategis untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Program seperti ini diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan PT. BPR BKK Purwodadi atau organisasi lainnya untuk menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.

Tujuan Peresmian

  1. Mengendalikan Inflasi: Menstabilkan harga bahan pokok agar inflasi tidak terlalu tinggi.
  2. Meringankan Beban Masyarakat: Memberikan akses kebutuhan pokok dengan harga murah.
  3. Mendukung Perekonomian Lokal: Meningkatkan pendapatan UMKM atau petani lokal dengan menyediakan jalur distribusi yang efisien.
  4. Memperkuat Ketahanan Pangan: Mendorong ketersediaan barang pokok dengan harga stabil.

Fitur Utama

Langkah Implementasi

  1. Kerjasama dengan Distributor dan Produsen: Menyediakan barang langsung dari sumber untuk menekan biaya distribusi.
  2. Pengawasan Harga dan Kualitas: Pemerintah atau pengelola memastikan barang yang dijual berkualitas dan sesuai dengan standar.
  3. Promosi Program: Informasi disebarkan ke masyarakat melalui media sosial, pamflet, dan kerja sama dengan tokoh masyarakat.