
Kadisperindag Dampingi Menteri dan Wamen Koperasi Tinjau KUB Pengrajin Batik
Grobogan - Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi, bersama Wamen Koperasi dan UKM, Ferry Julianto, dalam kunjungan kerja ke KUB pengrajin batik yang berada di Desa Kapung.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung aktivitas produksi para pengrajin batik lokal sekaligus mendengar berbagai aspirasi serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro dan kecil di sektor industri kreatif, khususnya batik tradisional. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Koperasi dan UKM dalam mendorong pengembangan potensi usaha kecil berbasis kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri dan Wakil Menteri meninjau lokasi produksi, melihat langsung proses pembuatan batik tulis dan cap, serta berdialog langsung dengan para pengrajin yang tergabung dalam KUB. Para pengrajin menyampaikan berbagai kebutuhan seperti akses terhadap bahan baku berkualitas, pelatihan peningkatan keterampilan, serta perluasan pasar melalui digitalisasi dan pameran nasional.

Kadisperindag Grobogan Pradana Setyawan menyampaikan bahwa KUB di Desa Kapung telah berkembang secara mandiri dan menjadi salah satu contoh keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kelompok. Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor agar produk batik Grobogan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Kementerian Koperasi dan UKM. Ini menjadi penyemangat bagi para pengrajin untuk terus berkarya dan berinovasi. Kami juga berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin erat, terutama dalam hal fasilitasi pelatihan, permodalan, serta promosi produk,” ujar Kadisperindag.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Bapak Budi Arie Setiadi, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat ekosistem usaha kecil dan menengah, termasuk sektor batik yang merupakan warisan budaya bangsa.
“Produk batik Indonesia sangat diminati, tetapi kita perlu memastikan keberlanjutan para pelakunya. Kita akan dorong peningkatan kapasitas usaha melalui koperasi dan digitalisasi. Pemerintah siap memfasilitasi akses pasar dan pembiayaan agar produk seperti batik Kapung bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujar Menteri Koperasi.

Wakil Menteri Bapak Ferry Julianto juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan KUB pengrajin batik di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan.