Print

WhatsApp_Image_2025-06-12_at_10.17.07.jpeg

CV. Selaras Indo Global Catat Kinerja Positif di Awal 2025, Produksi Briket Kelapa

Grobogan – CV. Selaras Indo Global, perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi briket kelapa, menunjukkan kinerja positif pada awal tahun 2025. Dengan hasil Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan oleh Bidang Industri.

 Perusahaan yang berlokasi di wilayah Jawa Tengah ini mampu mempertahankan performa produksi dengan capaian rata-rata 2.000 hingga 3.000 ton per bulan. Dalam laporan Monev tersebut, disebutkan bahwa CV. Selaras Indo Global telah melaporkan kegiatan produksinya secara rutin melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) hingga Triwulan I tahun 2025. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban pelaporan dan transparansi data industri nasional.

Perusahaan ini mengandalkan batok kelapa sebagai bahan baku utama, yang didatangkan dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa. Selain itu, untuk mendukung proses produksi ramah lingkungan, CV. Selaras Indo Global juga memanfaatkan biomassa berupa kayu yang bersumber dari wilayah Grobogan dan sekitarnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, perusahaan mempekerjakan sebanyak 125 tenaga kerja, yang mayoritas berasal dari masyarakat sekitar. Keberadaan perusahaan ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dengan menyerap tenaga kerja dari komunitas setempat.

WhatsApp_Image_2025-06-11_at_14.54.21.jpeg

Produk briket kelapa yang dihasilkan CV. Selaras Indo Global tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, namun juga telah menembus pasar internasional. Hingga saat ini, perusahaan secara aktif melakukan ekspor ke tiga kawasan utama, yakni Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Permintaan global yang stabil menjadi salah satu faktor utama yang mendorong konsistensi produksi perusahaan.

Dengan capaian dan komitmen yang telah ditunjukkan hingga triwulan pertama 2025, CV. Selaras Indo Global dipandang sebagai salah satu pelaku industri briket nasional yang memiliki prospek cerah dalam mendukung ekspor nonmigas dan pengembangan energi alternatif berbasis biomassa.

Pihak otoritas industri berharap kinerja baik ini dapat dipertahankan serta ditingkatkan, seiring dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri hijau dan berkelanjutan di Indonesia.