Print

WhatsApp_Image_2025-11-06_at_09.02.38.jpeg

Grobogan - Kepala Bidang Disperindag Kabupaten Grobogan menghadiri kegiatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 yang mengusung tema “Promoting Central Java’s Investment Opportunity in Renewable Energy and Downstream Food Industry”.

Kegiatan berlangsung di Hotel Padma, Semarang, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, serta instansi strategis dari dalam dan luar negeri. Forum investasi tahunan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini menjadi sarana penting bagi kabupaten/kota untuk mempromosikan potensi dan peluang investasi unggulan daerah.

Kabupaten Grobogan sendiri hadir membawa potensi besar di sektor pertanian, agribisnis, dan sistem resi gudang (warehouse receipt system) yang terus dikembangkan. Usai sesi utama forum, kegiatan dilanjutkan dengan One on One Meeting membahas proposal proyek investasi Pusat Regional Komoditas Pertanian (PRKP) Kabupaten Grobogan dengan tema “Grobogan Regency Warehouse Receipt System and Agribusiness Subterminal”.
Pertemuan tersebut menghadirkan perwakilan dari Embassy of the Republic of Zimbabwe dan difasilitasi langsung oleh Bank Indonesia.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Disperindag Grobogan memaparkan potensi besar Grobogan sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah yang memiliki dukungan infrastruktur pertanian serta komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan kedelai. Melalui PRKP, diharapkan dapat terbentuk pusat agribisnis yang mampu memperkuat sistem rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan, S.Pt. MP., menyampayaikan apresiasi atas keikutsertaan Kabupaten Grobogan dalam forum bergengsi tersebut.
Beliau menegaskan bahwa kegiatan seperti CJIBF menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring investasi sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke kancah internasional.

“Kami sangat mendukung langkah promosi investasi yang dilakukan melalui CJIBF ini. Grobogan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan agribisnis. Dengan adanya Pusat Regional Komoditas Pertanian, kami berharap investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal, tetapi juga memberi dampak langsung bagi kesejahteraan petani,” ujar Kepala Disperindag Grobogan.

Beliau juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor perlu terus diperkuat agar rencana investasi dapat terealisasi dengan optimal serta berkelanjutan.

“Kami siap memfasilitasi dan mendampingi setiap potensi investasi yang sejalan dengan arah pembangunan daerah. Semoga keikutsertaan Grobogan dalam CJIBF 2025 dapat membuka peluang kerja sama baru yang produktif dan berdaya saing,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Disperindag Grobogan berharap Kabupaten Grobogan semakin dikenal sebagai daerah dengan potensi investasi tinggi, terutama di bidang pertanian berkelanjutan dan industri pengolahan pangan