
Grobogan — Disperindag Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi dan peningkatan kualitas pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Secara langsung mendampingi perwakilan Kemenperin RI dan BSN dalam pembukaan kegiatan Pelatihan.
Kegiatan pelatihan ini disusun untuk menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi para pelaku IKM di Kabupaten Grobogan agar lebih produktif dan mampu bersaing dalam pasar modern. Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan fokus pada lima subsektor unggulan industri daerah:
1. Batik Tulis, Tenun, dan Ecoprint
2. Makanan Olahan
3. IKM Roda Dua (Bengkel & layanan teknis mesin)
Peserta pelatihan mendapatkan pembekalan berupa:
1. Peningkatan teknis produksi & inovasi desain
2. Manajemen bahan baku dan proses produksi
3. Prinsip standardisasi keamanan dan mutu produk
4. Teknik packaging & branding
5. Pelatihan penggunaan peralatan modern
6. Bimbingan pemasaran digital dan akses pasar
7. Konsultasi lanjutan untuk sertifikasi mutu
Pelatihan ini melibatkan pemateri profesional dari Kemenperin dan BSN, serta praktisi industri berpengalaman untuk memastikan peserta menerima pembelajaran yang relevan, mutakhir, dan berorientasi pasar.
Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pertumbuhan industri kreatif dan manufaktur berbasis kerakyatan. Grobogan diharapkan dapat menciptakan lebih banyak IKM naik kelas yang mampu beroperasi secara profesional, tersertifikasi, dan terhubung dengan rantai pasok industri nasional.
Pembukaan pelatihan berjalan hangat, penuh antusiasme peserta. Selain mengikuti penyampaian materi, peserta juga dijadwalkan menjalani sesi praktik langsung, evaluasi hasil pelatihan, dan pendampingan lanjutan setelah pelatihan selesai.
Dalam sambutannya, Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan Pradana Setyawan, S.Pt. MP. menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi fondasi kemandirian ekonomi masyarakat:
“Disperindag Grobogan menyambut baik dan sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Perindustrian dan BSN yang telah memfasilitasi pelatihan ini. Kompetensi pelaku IKM harus terus kita tingkatkan, terlebih saat pasar menuntut inovasi, mutu, dan standar yang jelas. Kami ingin IKM Grobogan tidak hanya mampu memproduksi, tetapi mampu memasarkan secara strategis hingga menembus pasar nasional dan digital.”
Beliau menambahkan:
“Pelatihan ini merupakan bagian dari roadmap penguatan IKM Grobogan. Kami berharap para peserta betul-betul memanfaatkan kesempatan ini, karena Disperindag siap mengawal tindak lanjutnya — mulai dari sertifikasi, legalitas usaha, hingga pendampingan pemasaran. Target kita jelas: IKM maju, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat sejahtera.”
Dampak & Rencana Tindak Lanjut
Disperindag Kabupaten Grobogan menargetkan:
✔ Terciptanya pelaku IKM yang berkompetensi dan berorientasi standar mutu
✔ Peningkatan kuantitas dan kualitas produk lokal unggulan Grobogan
✔ Penguatan branding sektor batik, wastra, olahan pangan, dan jasa teknik roda dua
✔ Mendorong sertifikasi SNI, NIB, P-IRT, Halal, dan legalitas usaha lainnya
✔ Integrasi IKM ke dalam ekosistem pemasaran offline & online
Pasca pelatihan, peserta akan masuk ke fase:
1. Kunjungan evaluasi ke tempat usaha
2. Pendampingan administratif dan teknis
3. Fasilitasi akses pameran & promosi
4. Pemetaan IKM potensial menuju IKM ekspor
Kegiatan pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat daya saing industri berbasis masyarakat di Kabupaten Grobogan. Disperindag menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi para pelaku usaha dan perekonomian daerah


