Home
-
Published: 12 March 2025
-
Last Updated: 12 March 2025
-
Hits: 698

Pengawasan Metrologi Legal Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H di Kabupaten Grobogan
Grobogan – Pengawasan Metrologi Legal menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H bersama Polres Grobogan pada hari Selasa, 11 Maret 2025 di SPBU Jono, SPBE BIntang Abadi Rejosari dan SPBU Ngabenrejo (11/03/2025)
Pengawasan Metrologi Legal Menjelang Idul Fitri 1446 H di Grobogan
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H, Dinas terkait bersama Polres Grobogan melaksanakan pengawasan metrologi legal di sejumlah titik strategis pada Selasa, 11 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan memastikan alat ukur di tempat-tempat vital berfungsi akurat dan adil bagi masyarakat.
Lokasi yang menjadi sasaran pengawasan meliputi SPBU Jono, SPBE Bintang Abadi Rejosari, dan SPBU Ngabenrejo. Tim pengawasan memeriksa ketepatan alat ukur pada pompa bensin serta alat pengisian gas di SPBE untuk memastikan konsumen menerima takaran sesuai dengan yang mereka bayar.
Kepala Dinas Pradana Setyawan, S.Pt. M.P. menjelaskan bahwa pengawasan ini menjadi agenda rutin setiap menjelang HBKN. "Kami ingin memastikan masyarakat tidak dirugikan dalam transaksi bahan bakar dan gas. Pengawasan ini juga bagian dari upaya melindungi hak konsumen," ujarnya.
Selain pemeriksaan teknis, tim juga memberikan edukasi kepada pengelola SPBU dan SPBE tentang pentingnya menjaga akurasi alat ukur serta konsekuensi hukum jika ditemukan pelanggaran. Polres Grobogan turut berperan aktif dalam mendampingi kegiatan ini untuk memastikan keamanan selama proses pengawasan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasa lebih tenang berbelanja bahan bakar dan gas menjelang Idul Fitri. Salah satu warga, Budi, mengungkapkan, "Saya senang ada pengawasan seperti ini. Jadi lebih yakin kalau takaran yang saya beli sesuai."
Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan seluruh pelaku usaha yang menggunakan alat ukur dalam transaksi dapat lebih bertanggung jawab dan memastikan keakuratan alat mereka demi menciptakan perdagangan yang jujur dan adil bagi semua pihak.

Harapan pemerintah dari kegiatan ini adalah terciptanya lingkungan perdagangan yang lebih transparan dan adil. Kabid Perdagangan Christina Setyaningsih, S.P. M.P. menambahkan, "Kami berharap pengawasan ini bisa mendorong pelaku usaha untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga keakuratan alat ukur. Selain itu, masyarakat juga diharapkan semakin sadar akan hak-haknya sebagai konsumen dan berani melapor jika menemukan indikasi kecurangan."








