Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_4_2.gif

Agro Industri, Non Agro Industri, dan Informasi Industri

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_5_1.gif

Retribusi Daerah, Bina Pasar, Sarana Dan Prasarana Pasar Daerah

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_6_1.gif

Distribusi, Pemberdayaan, Promosi dan Sarana Perdagangan

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_7_1.gif

Tera/Tera Ulang, Pengawasan, Dan Pemberdayaan

Kepokmas April 2026

Beras Premium
15.000 - 16.000
Beras Medium
13.000
Gula Pasir
17.000 - 18.500
Cabe Besar
25.000 - 45.000
Cabe Rawit Merah
60.000 - 80.000
Cabe Rawit Hijau
20.000 - 27.000
Bawang Merah
33.000 - 40.000
Bawang Putih
27.000 - 32.000
Minyak Goreng
15.700 - 20.000
Minyak Goreng Curah
19.000 - 20.000
Mentega
6.000 - 10.000
Daging Sapi
130.000 - 160.000
Daging Ayam
40.000 - 45.000
Telur Ayam
29.000 - .31.000
Jagung
7.000 - 10.000
Tepung Terigu
8.000 - 13.000
Minyak Tanah
13.000
Garam Yodium
2.000 - 4.000
Udang
60.000 - 80.000
Ikan Kembung
22.000 - 40.000
Mie Instan
2.800 - 3.000
Tempe
12.000 - 14.000
Tahu Mentah
10.000 - 16.000
Pisang
10.000 - 20.000
Jeruk
20.000 - 30.000
Mentega Batangan
6.000 - 13.000
Susu Frisian Flag
12.000 - 13.000
Susu Indomilk
12.000 - 13.000

WhatsApp_Image_2025-05-26_at_11.53.51.jpeg

Kemenperin Tegaskan Komitmen Transformasi Industri Baja Nasional

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi industri baja nasional melalui partisipasi aktif dalam ajang Iron-Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025 tahun ini.

 Ajang tahunan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan para pelaku industri dalam membangun ekosistem industri baja yang tangguh dan berkelanjutan. Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi industri baja nasional melalui partisipasi aktif pada kegiatan Iron-Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025. Ajang tahunan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri dalam membangun fondasi industri baja yang tangguh dan berkelanjutan.

Dengan mengusung tema “Bersama Industri Baja Nasional, Membangun Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045”, ISSEI 2025 menjadi momentum penting bagi Kemenperin untuk memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan menyampaikan arah kebijakan strategis dalam memperkuat sektor ini. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza menyampaikan bahwa industri baja merupakan sektor strategis yang menjadi tulang punggung banyak sektor lain.

“Industri baja merupakan sektor strategis yang kerap disebut sebagai "mother of industry" karena menopang banyak sektor penting lainnya seperti konstruksi, otomotif, energi, dan manufaktur. Industri ini juga berperan penting dalam pembangunan infrastruktur dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Wamen Riza pada penutupan ISSEI 2025 di Jakarta, Jumat (23/5).

Dalam paparannya, Wamenperin juga menyoroti capaian positif industri logam dasar nasional, yang tumbuh double digit sebesar 14,47 persen pada kuartal I tahun 2025. Sementara itu, investasi di subsektor industri logam dasar, barang dari logam, bukan mesin dan peralatannya mencapai Rp67,3 triliun atau berkontribusi sekitar 14,5 persen dari total investasi nasional pada Januari - Maret 2025.

“Produksi baja kasar Indonesia juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai 17 juta ton pada tahun 2024, yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-14 dunia di antara negara-negara produsen baja,” ungkapnya.

Berita di ambil dari website resmi " Kementrian Perindustrian "

Guna mendukung pertumbuhan industri baja nasional yang berkelanjutan, Kemenperin telah meluncurkan berbagai kebijakan strategis. Kebijakan tersebut mencakup pengamanan perdagangan dan pengendalian impor guna melindungi industri dalam negeri dari praktik internasional yang tidak adil. Selain itu, pemerintah memperkuat penegakan dan perluasan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk baja nasional.

download_39.jpg

Promosi penggunaan produk dalam negeri juga terus digalakkan, disertai jaminan pasokan gas dengan harga bersaing melalui skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk industri yang kini diperluas manfaatnya, termasuk oleh banyak perusahaan baja. “Untuk mendorong investasi dan pengembangan industri, Kemenperin juga memfasilitasi pemberian insentif fiskal berupa tax allowance, tax holiday, dan penyusunan master list bahan baku strategis,” imbuhnya.

Selain itu, Kemenperin aktif mendorong produsen baja dalam negeri untuk menjalin kerja sama dengan Southeast Asia Iron and Steel Institute (SEASI), dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan menerapkan praktik sumber daya yang berkelanjutan. Langkah ini sangat penting dalam menghadapi tantangan akses pasar global, khususnya menyusul diberlakukannya Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa.

“Sebagai bagian dari transisi menuju produksi baja hijau, pemerintah telah melaksanakan berbagai inisiatif, antara lain program bantuan bagi industri yang menerapkan praktik ramah lingkungan, penghargaan bagi pemangku kepentingan yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan, pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, serta penegakan standar industri hijau,” papar Wamen Riza.

Sambil merayakan pencapaian industri baja nasional, Wamenperin juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan visi ke depan dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompetitif. Inovasi dan kolaborasi berkelanjutan menjadi kunci untuk membuka potensi penuh industri baja Indonesia, sekaligus memenuhi komitmen terhadap keberlanjutan dan dekarbonisasi sebagai tanggung jawab bersama untuk melindungi bumi.

“Summit ini bukan hanya menjadi ajang penguatan hubungan bisnis, tetapi juga forum penting untuk berdiskusi sekaligus kesempatan untuk mengidentifikasi tantangan dan menemukan peluang baru ke depan. Saya sangat berharap, melalui acara ini, kita dapat mempererat kerja sama dan terus membangun ekosistem industri baja yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Mari kita berikan kontribusi terbaik bagi kemajuan industri baja Indonesia, mendukung kemajuan nasional, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.” ujarnya.

Cek Berita Selengkapnya di link : https://www.kemenperin.go.id/artikel/25932/Melalui-Ajang-ISSEI-2025,-Kemenperin-Dukung-Transformasi-Industri-Baja-Menuju-Indonesia-Emas-2045

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

BUPATI GROBOGAN...
WABUP GROBOGAN
KEPALA DISPERIN...

Peraturan Dan Informasi

Renstra OPD

WBS Grobogan

Kuning_dan_Oranye_Playful_Organic_Warung_Banner_Lanscape_11zon.png

Lokasi Kantor

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_16_1.gif

Social Media Disperindag

joomla social share plugin

Youtube Chanel

Link Terkait

Dalmadi Center
Kementrian Perindustrian
Asosiasi IKM Grobogan
Disperindag Jateng
Kementrian ESDM
Kementrian Perdagangan
Pasar Id Pedagang

Pengunjung 

Hari ini 9

Kemaren 246

Minggu ini 9

Bulan ini 8129

Keseluruhan 97131

Currently are 123 guests and no members online

DINAS_PERINDUSTRIAN__4_-removebg-preview.png

download-removebg-preview_7.png Jalan Ahmad Yani No.357, Purwodadi, Grobogan, Jateng, 58112.

Tertib_SIng_Tokcer-removebg-preview.png

Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Blue Gray
Background Color
Text Color
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Scroll to top