Home
-
Published: 19 June 2025
-
Last Updated: 19 June 2025
-
Hits: 554

Sinergi Disperindag dan Paguyupan Dorong Inovasi dan Karya Batik Grobogan
Grobogan – Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan menghadiri pertemuan rutin Paguyupan Batik, Tenun, dan Ecoprint “Bersemi” yang diselenggarakan di Koperasi Usaha Bersama.
Pertemuan ini menjadi forum strategis bagi pemerintah dan pelaku industri batik lokal untuk menyampaikan gagasan, merumuskan kegiatan, serta menguatkan sinergi dalam pengembangan batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dalam suasana yang penuh semangat dan kekeluargaan, pertemuan menghasilkan beberapa poin penting sebagai berikut:
1. Pelatihan Motif Batik Baru
Sebagai upaya memperkuat kreativitas dan inovasi, Paguyupan Batik Bersemi akan menggelar pelatihan pembuatan motif batik baru yang akan diselenggarakan pada tanggal 8–9 Juli 2025 di Dalmadi Center. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya ragam motif batik khas Grobogan sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun nasional.
Pelatihan akan difokuskan pada penciptaan desain yang memadukan unsur lokal dengan tren kekinian, dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang desain batik dan pewarnaan alami.
2. Keikutsertaan di Jateng Fair 2025
Paguyupan Batik Bersemi juga akan berpartisipasi dalam Jateng Fair 2025 yang diselenggarakan di kawasan PRPP Semarang. Partisipasi ini menjadi momentum penting untuk mempromosikan produk batik dan ecoprint khas Grobogan ke pasar yang lebih luas.
Produk dari para anggota paguyupan akan dikurasi dan dititipkan melalui Disperindag Grobogan, dengan batas akhir pengumpulan pada 24 Juni 2025. Partisipasi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru dan memperkuat jejaring usaha antar pelaku industri kreatif.
3. Rencana Studi Banding Terkait HAKI ke Batik Lasem
Sebagai langkah proaktif dalam perlindungan hak cipta, Paguyupan Bersemi merencanakan studi banding ke sentra Batik Lasem di Kabupaten Rembang pada tanggal 2 Oktober 2025. Studi banding ini bertujuan untuk memperdalam wawasan para pelaku industri batik mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), termasuk proses pendaftaran hak cipta, manfaat perlindungan hukum, serta implementasinya di tingkat pelaku usaha mikro.

Batik Lasem dipilih sebagai tujuan karena dinilai telah berhasil mengelola dan melindungi motif-motif khasnya melalui sistem HAKI yang baik, serta memiliki sistem kelembagaan yang dapat menjadi rujukan penguatan kelembagaan paguyupan di Grobogan.
Disperindag Grobogan menyambut baik rencana dan inisiatif Paguyupan Bersemi ini. Kepala Bidang Industri Disperindag Sri Rahayu, S.E. menyampaikan dukungannya terhadap setiap upaya yang mendorong kemajuan industri batik lokal, baik melalui inovasi, promosi, maupun aspek legalitas dan perlindungan karya.
“Pertemuan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri kreatif berjalan dengan baik. Kami berharap, kegiatan-kegiatan yang direncanakan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata terhadap kemajuan batik Grobogan,” ujar salah Kabid Industri Disperindag.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan batik Grobogan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk unggulan daerah yang berdaya saing tinggi di tingkat regional dan nasional.








