Berita
-
Parent Category: Info
-
Category: Berita
-
Published: 10 July 2025

Gandeng Kampus USM Gelar Pelatihan Batik Motif Baru, Dorong Nilai Tambah Produk
Grobogan — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal melalui kegiatan Pelatihan Batik Motif Baru bekerja sama dengan Universitas Semarang.
Pelatihan ini digelar selama dua hari di Dalmadi Center, Purwodadi, dan diikuti oleh para pelaku usaha batik dari berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan S.Pt MP, yang hadir didampingi oleh Kepala Bidang Industri Sri Rahayu SE., serta jajaran struktural terkait. Dalam sambutannya, Kepala Disperindag menyampaikan pentingnya inovasi motif dan pengembangan manajemen usaha bagi pelaku industri batik agar mampu menciptakan produk yang lebih bernilai dan berdaya saing tinggi.
"Batik bukan hanya warisan budaya, tapi juga aset ekonomi daerah. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali para pelaku usaha dengan kemampuan untuk terus berinovasi dan mengembangkan produknya, baik dari sisi desain, pewarnaan, hingga strategi pemasarannya," ujar Pradana Setyawan.

Kolaborasi dengan Universitas Semarang
Dalam pelatihan ini, tim dari Universitas Semarang turut hadir sebagai narasumber dan fasilitator. Materi yang disampaikan tidak hanya terbatas pada teknik membatik, tetapi juga mencakup:
Desain motif batik baru berbasis kearifan lokal,
Penerapan teknik pewarnaan alami dan ramah lingkungan,
Penguatan manajemen usaha dan pencatatan keuangan sederhana,
Strategi pemasaran digital dan branding produk.
Para peserta yang mayoritas adalah pelaku UMKM batik, tampak antusias mengikuti setiap sesi. Baik saat teori di dalam ruangan, maupun saat sesi praktik membatik dengan motif baru yang dirancang khusus selama pelatihan.
Meningkatkan Value Added Produk Lokal
Dengan pelatihan ini, Disperindag Grobogan berharap para pengrajin batik mampu menciptakan produk yang unik, berkualitas, dan bernilai jual tinggi. Upaya ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam mendorong industri kecil dan menengah agar naik kelas dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
“Kami juga akan terus melakukan pendampingan lanjutan pasca pelatihan ini. Tidak hanya berhenti di pelatihan, tapi sampai pada tahap pemasaran dan sertifikasi produk,” ujar Kepala Bidang Industri Sri Rahayu SE..
Harapan dan Tindak Lanjut
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan edukasi. Disperindag berharap kerja sama dengan Universitas Semarang dan institusi lainnya dapat terus berlanjut dalam bentuk pelatihan, penelitian, dan pengembangan produk unggulan daerah.
Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi, serta penyerahan secara simbolis hasil karya batik motif baru dari para peserta kepada pihak penyelenggara.

-
Created: 10 July 2025
-
Last Updated: 10 July 2025
-
Hits: 460




