Berita
-
Parent Category: Info
-
Category: Berita
-
Published: 14 January 2026

Grobogan – Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan menghadiri pertemuan rutin Paguyuban Batik Bersemi Kabupaten Grobogan yang diselenggarakan di R.M Padang Simpang Mawar, Kabupaten Grobogan.
Kegiatan ini diikuti oleh para pengrajin batik dari berbagai Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang tergabung dalam Paguyuban Batik Bersemi, dengan KUB Batik Jasmine sebagai tuan rumah penyelenggara. Pertemuan rutin ini merupakan agenda berkala paguyuban yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar pengrajin batik, meningkatkan koordinasi, serta menyamakan persepsi dalam pengembangan industri batik khas Grobogan agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu agenda utama yang dibahas adalah hasil rapat sosialisasi seragam Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan. Dari hasil sosialisasi tersebut, telah disepakati adanya kerja sama antara Paguyuban Batik Bersemi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan dalam pengadaan kain batik Grobogan yang akan digunakan sebagai bahan seragam.
Kerja sama ini dinilai sebagai peluang strategis bagi pelaku industri batik lokal, karena tidak hanya membuka pasar yang lebih luas dan berkelanjutan, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah daerah dalam mendorong penggunaan produk lokal serta pelestarian batik khas Grobogan.
Dalam forum tersebut disampaikan sejumlah ketentuan teknis pengadaan kain batik yang wajib dipahami dan dipatuhi oleh seluruh anggota paguyuban, guna memastikan proses produksi dan distribusi berjalan tertib, adil, serta profesional. Adapun ketentuan yang telah disepakati bersama meliputi:
Pemesanan kain batik dari masing-masing wilayah hanya dilakukan melalui Koordinator Wilayah (Korwil), sebagai upaya menjaga ketertiban administrasi dan memudahkan pengawasan.
Setiap Korwil melakukan pemesanan kepada KUB batik yang telah ditentukan, sesuai pembagian wilayah dan kapasitas produksi yang telah disepakati bersama.
Seluruh anggota Paguyuban Batik Bersemi diwajibkan mematuhi pembagian KUB dan wilayah yang telah ditetapkan, guna menghindari tumpang tindih pesanan dan menjaga keadilan antar pengrajin.
Produksi batik harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan, baik dari segi motif, warna, jenis kain, maupun standar kualitas.
Setiap KUB diharapkan bekerja secara profesional, menjaga konsistensi kualitas produk, serta mampu menyelesaikan pesanan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Grobogan Sri Rahayu, S.E. dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Batik Bersemi atas soliditas dan komitmen para pengrajin dalam mendukung program pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa Disperindag akan terus berperan aktif sebagai fasilitator dan pendamping bagi pelaku industri batik, khususnya dalam peningkatan kualitas produk, manajemen usaha, serta perluasan akses pasar.
“Kerja sama dengan Dinas Pendidikan ini merupakan peluang besar bagi batik Grobogan untuk semakin dikenal dan digunakan secara luas. Oleh karena itu, kami berharap seluruh KUB dapat menjaga kualitas produksi, konsistensi motif, serta ketepatan waktu penyelesaian pesanan agar kepercayaan pengguna dapat terus terjaga,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan seragam, tetapi juga dari dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan pengrajin batik, penguatan kelembagaan paguyuban, serta pelestarian nilai budaya lokal melalui batik khas Grobogan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan Pradana Setyawan, S.Pt. MP. dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Paguyuban Batik Bersemi dalam mendukung program pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kerja sama pengadaan kain batik untuk seragam Dinas Pendidikan merupakan langkah strategis dalam memperkuat industri batik lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap produk daerah.
“Kerja sama ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap seluruh KUB batik yang tergabung dalam Paguyuban Batik Bersemi dapat menjaga kualitas produk, konsistensi motif, serta ketepatan waktu produksi. Profesionalisme menjadi kunci agar kepercayaan dari Dinas Pendidikan dan masyarakat dapat terus terjaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pemerintah daerah melalui Disperindag akan terus berupaya memberikan dukungan, baik dalam bentuk pembinaan teknis, peningkatan kapasitas SDM, maupun fasilitasi promosi dan pemasaran batik Grobogan.
“Batik Grobogan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan adanya sinergi antara pengrajin, paguyuban, dan perangkat daerah, kami optimistis industri batik lokal dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajinnya,” tambahnya.
Pertemuan rutin Paguyuban Batik Bersemi ini ditutup dengan sesi diskusi dan koordinasi antar KUB, guna memastikan seluruh anggota memahami mekanisme kerja sama yang telah disepakati. Diharapkan, melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, pelaksanaan pengadaan kain batik Grobogan dapat berjalan lancar, profesional, dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh pengrajin batik di Kabupaten Grobogan.

-
Created: 14 January 2026
-
Last Updated: 14 January 2026
-
Hits: 259






