WhatsApp_Image_2026-09-24_at_16.41.28.jpeg

Grobogan – Sektor industri Kabupaten Grobogan terus menunjukkan denyut pertumbuhan dari berbagai lini. Bukan hanya industri berskala besar yang mampu membuka lapangan kerja, tetapi juga usaha pengolahan berbasis potensi lokal hingga usaha kecil yang tumbuh dari dukungan peralatan. Gambaran tersebut terlihat dalam kegiatan monitoring Perusahaan Industri,

 

Tim 3 Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan, Kamis (24/9/2026). Dalam monitoring kali ini, tiga cerita berbeda dari dunia usaha ditemukan di lapangan. CV Jaya Setia Plastik hadir sebagai industri dengan skala tenaga kerja besar, Katakatakopi Roastery menunjukkan peluang pengembangan komoditas kopi lokal, sementara ABJ Motor Desa Putatsari menjadi contoh penting bagaimana bantuan peralatan pemerintah harus dipastikan benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya.

810 Tenaga Kerja, Industri Mainan Anak Ikut Gerakkan Ekonomi Grobogan

Salah satu titik monitoring adalah CV Jaya Setia Plastik, perusahaan yang bergerak dalam produksi mainan anak dengan jangkauan pemasaran nasional, baik melalui kanal online maupun offline.

Yang menarik, perusahaan ini saat ini mempekerjakan sekitar 810 orang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa keberadaan industri di daerah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi dan pemasaran, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kesempatan kerja masyarakat.

Semakin berkembangnya industri, semakin besar pula potensi penyerapan tenaga kerja yang dapat diberikan kepada masyarakat sekitar.

Dari aspek pelaporan industri, CV Jaya Setia Plastik juga telah menyampaikan laporan kegiatan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) hingga Triwulan II Tahun 2026.

Kepatuhan pelaporan SIINas menjadi bagian penting dalam membangun basis data industri yang akurat. Data tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mengetahui perkembangan sektor industri sekaligus menentukan arah pembinaan dan kebijakan industri ke depan.

Industri tumbuh bukan sekadar soal berapa banyak produk yang dihasilkan, tetapi juga berapa banyak peluang kerja yang mampu diciptakan.

Kopi Liberica Grobogan: Pasarnya Ada, Bahan Bakunya yang Perlu Diperkuat

Cerita berbeda datang dari Katakatakopi Roastery.

Usaha yang bergerak pada pengolahan dan roasting kopi tersebut telah memasarkan produknya ke wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Jangkauan pasar tersebut menjadi sinyal bahwa produk kopi dari Grobogan memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Namun, di balik peluang pasar tersebut masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian, yakni ketersediaan bahan baku biji kopi liberica Grobogan yang masih terbatas.

Kondisi ini menjadi gambaran penting bahwa pengembangan industri berbasis komoditas lokal tidak cukup hanya dengan memperkuat sisi hilir.

Ketika produk sudah memiliki pasar, keberlanjutan bahan baku justru menjadi faktor penting agar produksi dapat berjalan secara konsisten.

Karena itu, penguatan ekosistem kopi perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari produksi bahan baku, kualitas biji kopi, pengolahan, pengemasan, branding, hingga perluasan pasar.

Kopi liberica Grobogan memiliki peluang untuk tidak berhenti sebagai komoditas pertanian, tetapi berkembang menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu membawa identitas daerah ke pasar yang lebih luas.

Pasarnya mulai terbuka. Tantangannya kini bagaimana memastikan bahan bakunya tersedia dan kualitasnya terjaga.

Banlat Bukan Sekadar Diberikan, tetapi Harus Terbukti Digunakan

Sementara itu, monitoring juga dilakukan di ABJ Motor, Desa Putatsari, yang merupakan penerima bantuan peralatan (banlat) dari pemerintah.

Bantuan yang diterima berupa kompresor dan toolkit.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa peralatan tersebut masih digunakan dalam aktivitas operasional bengkel.

Kondisi ini menjadi bagian penting dalam evaluasi program bantuan. Sebab, keberhasilan bantuan bukan hanya dilihat dari tersalurkannya peralatan kepada penerima, tetapi juga dari sejauh mana peralatan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha.

Pemanfaatan kompresor dan toolkit secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu menunjang pelayanan bengkel serta mendukung keberlangsungan usaha penerima bantuan.

Dengan monitoring langsung ke lapangan, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi riil bantuan sekaligus memastikan bahwa intervensi yang diberikan memang memiliki manfaat bagi pelaku usaha.

Dari 810 Pekerja hingga Satu Set Toolkit, Semua Punya Peran

Kegiatan monitoring tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan industri daerah memiliki banyak wajah.

Ada industri dengan 810 tenaga kerja yang berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Ada usaha kopi yang tengah berupaya mengembangkan produk lokal dan memperluas pasar, tetapi membutuhkan penguatan pasokan bahan baku. Ada pula usaha bengkel yang memanfaatkan bantuan peralatan untuk menjaga aktivitas usahanya tetap berjalan.

Ketiganya memiliki skala berbeda, tetapi sama-sama menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.

Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan Pradana Setyawan, S.Pt., M.P., menekankan pentingnya monitoring sebagai sarana untuk melihat perkembangan industri secara langsung sekaligus mengetahui kebutuhan pelaku usaha.

“Setiap pelaku usaha memiliki karakter dan tantangan yang berbeda. Ada yang membutuhkan penguatan dari sisi tenaga kerja dan pengembangan usaha, ada yang membutuhkan dukungan bahan baku, dan ada pula yang perlu kita pastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan industri dan IKM harus terus didorong agar mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Kita ingin industri di Grobogan tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah, tetapi juga semakin kuat, mampu memperluas pasar, menyerap tenaga kerja, dan mengoptimalkan potensi lokal. Karena itu, monitoring menjadi penting untuk melihat langsung apa yang terjadi di lapangan,” tambahnya.

Monitoring lapangan sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi pelaku industri dan usaha, sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Dari 810 tenaga kerja, secangkir kopi liberica, hingga sebuah toolkit di bengkel—semuanya menunjukkan satu hal: ketika industri dan usaha lokal bergerak, roda ekonomi Grobogan ikut bergerak.

Disperindag Grobogan akan terus mendorong penguatan sektor industri melalui pembinaan, monitoring, pengembangan potensi lokal, serta memastikan dukungan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha.

Industri kuat, produk lokal naik kelas, usaha tumbuh, dan masyarakat semakin memiliki peluang untuk berkembang.

WhatsApp_Image_2026-09-24_at_16.28.44.jpeg

Add comment


Security code
Refresh

Kuning_dan_Oranye_Playful_Organic_Warung_Banner_Lanscape_11zon.png

Gemini_Generated_Image_p0j5kfp0j5kfp0j5.jpg

WhatsApp_Image_2026-10-02_at_11.18.59.jpeg

Peraturan Dan Informasi

BUPATI GROBOGAN...
WABUP GROBOGAN
KEPALA DISPERIN...

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_16_1.gif

Social Media Disperindag

Youtube Chanel

Link Terkait

Kementrian ESDM
Asosiasi IKM Grobogan
Disperindag Jateng
Dalmadi Center
Kementrian Perindustrian
Kementrian Perdagangan
Pasar Id Pedagang
Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Blue Gray
Background Color
Text Color
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Scroll to top